Galery Mubarok

Galery Mubarok

Minggu, 28 September 2014

AUDITINNG Chapter I

BAB I
Pengantar dan Konsep Dasar

Pengantar auditing kontemporer
Auditing adalah suatu proses sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan criteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Beberapa ciri penting yang ada dalam definisi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
·         Suatu proses sistematis, berupa serangkaian langkah atau prosedur yang logis, terstruktur, dan terorganisir.
·         Menghimpun dan mengevaluasi bukti secara objektif  berarti memeriksa dasar asersi serta mengevaluasi hasil pemeriksaan tersebut tanpa memihak dan berprasangka, baik untuk atau terhadap perorangan (atau entitas) yang membuat asersi tersebut.
·         Asersi tentang kegiatan dan peristiwa ekonomi merupakan representasi yang dibuat oleh perorangan atau entitas. Asersi meliputi informasi yang dimuat dalam laporan keuangan, laporan operasional intern,dan surat pemberitahuan pajak (SPT).
·         Derajat kesesuaian menunjuk pada kedekatan dimana asersi dapat diidentifikasi dan dibandingkan dengan criteria yang telah ditetapkan.
·         Kriterian yang telah ditetapkan adalah standar-standar yang digunakan sebagai dasar untuk menilai asersi atau pernyataan. Misalnya GAAP, FASB serta badan-badan pengatur lain.
·         Penyampaian hasil diperoleh melalui laporan tertulis yang menunjukan derajat kesesuaian antara asersi dan criteria yang telah ditetapkan
·         Pihak-pihak yang berkepentingan adalah mereka yang mengunakan (atau mengandalkan) temuan-temuan auditor.

Jenis-jenis Audit
1.       Audit Laporan Keuangan
Audit Laporan Keuangan (financial statement audit) berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan mengevaluasi bukti tentang laporan-laporan entitas dengan maksud agar dapat memberikan pendapat apakah laporan-laporan tersebut telah disajikan secara wajar sesuai dengan criteria yang telah ditetapkan, yaitu prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) atau SAK Indonesia. Audit laporan keuangan dapat menurunkan risiko investor dan kriditor dalam membuat berbagai keputusan investasi dengan tidak menggunakan informasi yang bermutu rendah. Selain itu, logika audit yang dikembangkan untuk audit laporan keuangan merupakan dasar dimana auditor dapat mengembangkan lebih lanjut audit kepatuhan, audit oprasional, serta sejumlah jasa atestasi dan assurance service.
2.       Audit Kepatuhan
Audit Kepatuhan (compliance audit) berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan memeriksa bukti-bukti untuk menetapkan apakah kegiatan keuangan atau operasi suatu entitas telah sesuai dengan kondisi, aturan, atau perundang-undangan tertentu.
3.       Audit Operasional
Audit Operasional (operasional audit) berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti tentang efisiensi dan efektivitas kegiatan operasi entitas dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan tertentu. Kadang-kadang audit jenis ini disebut juga sebagai audit kinerja atau audit manajemen.
Ikhtisar Komparatif Jenis-jenis Audit
Jenis Audit
Sifat Asersi
Kriteria yang Ditetapkan
Sifat Laporan Auditor
Laporan Keuangan
Data laporan keuangan
Prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (SAK Indonesia)
Pendapat atas kewajaran laporan keuangan
Kepatuhan
Klaim atau data berkenaan dengan kepatuhan kepada kebijakan, perundangan, peraturan dan sebagainya
Kebijakan manajemen, hukum, peraturan, atau persyaratan lain pihak ketiga
Ringkasan temuan atau keyakinan tentang derajat kepatuhan
Operasional
Data operasional atau kinerja
Menetapkan tujuan, misalnya yang digunakan oleh manajemen atau pihak yang berwenang
Efesiensi dan efektivitas yang diamati; rekomendasi untuk peningkatan

Jenis-jenis Auditor
1.       Auditor Eksternal
Auditor Eksternal (eksternal auditors) adalah seorang praktisi perorangan (anggota IAI) ataupun anggota kantor akuntan public (KAP) yang memberikan jasa auditing profesional serta harus independent (tidak memihak) kepada klien dan mendapatkan imbalan (fee).
2.       Auditor Internal
Auditor Internal (internal auditors) adalah pegawai dari organisasi yang diaudit. Tujuan dari audit internal adalah utuk membantu manajemen organisasi dalam memberikan pertanggungjawaban yang efektif. Lingkup fungsi audit internal meliputi semua tahap dalam kegiatan organisasi.
3.       Auditor Pemerintah
Auditor Pemerintah (government auditors) dipekerjakan oleh pemerintahan untuk mengaudit perusahaan-perusahaan pemerintah.

Persyaratan Profesi
1.    Rerangka Pengetahuan Khusus
2.    Proses Pendidikan Formal
3.    Persyaratan Menjadi Anggota
4.    Kode Etik
5.    Pengakuan Status (Lisensi)
6.    Kepentingan Publik
7.    Pengakuan Profesi terhadap Kewajiban Sosial

CPA Vision Project
1.    Vision Statement :  Profesional Terpercaya
2.    Core Purpose : mengatasi dunia yang kompleks dan berubah
3.    Core Values :
§  Pendidikan Berkelanjutan dan Belajar Selama Hidup
§  Kompetensi
§  Integritas
§  Mengikuti Perkembangan Bisnis
§  Obyektivitas
4.    Core Competencies
§  Ahli di bidang komunikasi dan Kepemimpinan
§  Berpikir Strategis dan Kritis
§  Fokus pada Pelanggan, Klien dan Pasar
§  Mampu menafsirkan segala informasi
§  Mengikuti perkembangan tehnologi
5.    Core Services
§  Assurance and Information Integrity
§  Jasa Tehnologi
§  Konsultasi Manajamen dan Manajemen Kinerja
§  Perencanaan Keuangan
§  Jasa Internasional

Jasa Kantor Akuntan Publik
v Jasa Assurance (Penjaminan)
ü  Jasa Atestasi
ú  Audit:  laporan keuangan hitoris
ú  Examination: laporan keuangan prospektif
ú  Review
ú  Agreed-upon Procedures
ü  Audit
ú  LK suatu entitas
ú  PABU
ú  Opini positif (pasti)
ú  Investor dan kreditor

Examination
ú  Asersi pihak lain, seperti laporan keuangan prospektif, efektifitas pengendalian interen, dan kompilasi entitas sesuai dg undang-undang atau peraturan-peraturan tertentu
Contoh:
1.    Ketelitian penyajian materi pengarang dari buku ajar
2.    Kemampuan perangkat lunak komputer  seperti yang dijanjikan pembuat
3.    Rata-rata suatu koran dibaca oleh masyarakat

Review
ú  Menanyai  management  dan analisis perbandingan informasi keuangan
ú  Opini “negative assurance”
ú  Pereview “ tidak melihat perlunya modifikasi yang material yg hrs dilakukan atas LK agar sesuai dg PABU”
ú  Biasanya utk LK interim dan LK non-publik
Agreed upon procedures
ú  Penerapan prosedur tertentu atas elemen  Lap. Keu. atau akun tertentu, kebalikan dari  lap.keu. secara keseluruhan
Hasil:  Ikhtisar Temuan
Jasa Akuntansi dan Kompilasi
ú  Melakukan proses akuntansi mulai dari jurnal s/d laporan keuangan
ú  Tidak memberikan opini atas LK yang dikompilasikan
ü  Jasa Atestasi Lain
ú  Jasa Assurance:
Jasa profesional  independen utk meningkatkan kualitas informasi, atau konteksnya, utk pengambil keputusan
Contoh:  Jasa Penilaian Risiko
               Jasa Pengukuran Kinerja
               Elder Care Assurance
ú  Jasa Tehnologi:  analis sistem, manajemen informasi dan keamanan sistem
ú  Konsultan manajemen
ú  Perencanaan Keuangan
ú  Internasional: perencanaan pajak antar negara, memberi bantuan dlm merger atau joint venture dg prs LN
v  Jasa Nonpenjaminan
ú  Jasa Accounting, Tax, Consulting

Tidak ada komentar: